Teroris ISIS gunakan game GTA 5 untuk rekrut kaum muda

Share

gta5-isis-video-logoDunia kini sedang berusaha untuk melawan kelompok teroris baru yang lebih berani dan terbuka ke publik dengan secara terus menerus mengajak masyarakat untuk bergabung dalam ISIS (Islamic State of Iraq and Sham). Kini mereka menggunakan game untuk merekrut kaum-kaum muda.

 

 

ISIS yang merupakan kelompok teroris yang beroperasi di daerah Irak dan Suriah dan kini juga dikabarkan masuk ke Indonesia untuk merekrut anggota-anggota baru ternyata memanfaatkan game untuk membuat video perekrutan untuk kaum-kaum muda. Mereka menggunakan game GTA 5 yang seperti kita ketahui sebagai game penuh dengan kebebasan dan kekerasan untuk mengajak para kaum muda untuk angkat senjata dan ikut sebagai anggota ISIS.

gta5-isis-video-1

Kabarnya di dalam video tersebut secara terus menerus diperlihatkan logo teroris ISIS dan memperlihatkan bagaimana warga sipil menembaki militer dan polisi hingga tewas. Lalu diperlihatkan juga serangan yang menggunakan alat peledak dengan menggunakan mobil yang mengincar militer ataupun tempat umum.

Selain itu ISIS juga menuliskan pernyataan di video tersebut sebagai berikut, "Your games which are producing from you, we do the same actions in the battlefields !!" yang artinya hal-hal yang Anda lakukan di game juga kami lakukan di dalam medan perang!! Jadi hal tersebut merupakan ajakan bagi kaum muda untuk mau mencoba membunuh orang di kehidupan nyata.

Menurut para ahli tampaknya video yang dibuat oleh ISIS ini ditujukan untuk meningkatkan moral anggota dan untuk melatih anak-anak dan remaja untuk melawan negara barat dan untuk menyebarkan ketakutan kepada orang-orang yang menentang Negara Islam.

gta5-isis-video

Biasanya organisasi-organisasi teroris lebih bersifat tertutup dan tidak mau menggunakan alat media sosial untuk berkomunikasi, tampaknya hal ini berbeda dengan organisasi ISIS yang justru banyak menunjukkan eksistensi mereka melalui media sosial dan bahkan menggunakan video game untuk merekrut anggota baru.

Bagaimana menurut Anda dengan organsisasi ISIS yang memanfaatkan media sosial untuk merekrut dan menyebarkan teror?

evergreen

Other Article