6 kesalahpahaman dalam dunia game dan gamer

Share

infogame-logoMeskipun dunia game sudah sangat berkembang dan telah menjadi salah satu gaya hidup bagi kebanyakan orang muda saat ini, namun tetap saja terdapat cap negatif terhadap orang yang bermain game. Berikut adalah 6 kesalahpahaman mengenai game dan gamer.

 

 

 

 

1. Kebanyakan gamer adalah pria dan game adalah aktivitas para pria.

Game biasanya dianggap merupakan aktivitas bagi para pria. Hal ini terlihat dengan banyaknya para pria yang bermain di warnet atau juga yang mengikuti kompetisi-kompetisi game. Namun perlahan tapi pasti, game mengalami perubahan dan pengembangan yang ditujukan agar game dapat menarik para wanita untuk ikut memainkan game.

infogame-pria-wanita

Jika kita ingat mungkin dulu tidak banyak game-game yang memiliki gameplay simpel dan mudah untuk dimainkan. Game didominasi oleh berbagai cerita dan gameplay yang kompleks dimana tentunya disukai oleh para pria. Kini developer game telah mengembangkan berbagai game yang menarik untuk para wanita melalui mobile game. Jadi dengan begitu game juga kini sudah diminati oleh para wanita juga.

2. Tidak ada masa depan dalam dunia game.

Hal ini mungkin dirasakan oleh para gamer yang sering dimarahi oleh orang tua mereka karena terlalu sering bermain. Orang tua biasanya merasa bahwa game merupakan hal yang membuang waktu saja dan harus digantikan dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti belajar. Tapi tampaknya para orang tua sekarang harus membuka mata dan melihat bagaimana industri game berkembang dengan sangat luar biasa.

infogame-industry-revenue

Industri game berhasil mencapai angka penjualan yang luar biasa pada tahun 2013 dengan mencatat angka 12,1 Miliar USD atau 133,1 Triliun Rupiah. Bisa Anda bayangkan seberapa besar industri game saat ini. Semoga para gamer mulai dapat mengambil peluang dalam industri game dengan menjadi developer game ataupun seorang pro gamer yang dapat mengikuti kompetisi-kompetisi internasional yang juga memiliki hadiah yang fantastis seperti pada DOTA 2 The International 2014 dengan total hadiah 10 juta dollar.

3. Game hanya untuk anak kecil.

Kini game sudah tidak mengenal batas usia. Baik dari tua maupun muda hingga anak kecil dapat memainkan game yang memang diciptakan untuk berbagai umur. Developer game kini sudah dapat melihat bahwa game tetap akan menjadi bagian dari hiburan bagi semua orang. Dengan begitu mereka menyesuaikan gameplay dan konten game mereka dengan pasar yang dituju.

infogame-anakkecil

Selain itu game juga dikatakan mengurangi pikun pada orang tua karena dengan memainkan game, otak secara tidak langsung dipaksa untuk bekerja. Banyak game bergenre puzzle yang dibuat untuk membuat para gamer berpikir dalam menemukan solusi untuk dapat memecahkan level game tertentu. Jadi game bermanfaat untuk menghilangkan penat dan juga pikun para orang tua.

4. Gamer biasanya orang-orang yang anti sosial.

Para gamer biasanya dicap sebagai orang yang anti sosial karena mereka terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game favorit mereka. Tapi perlu diingat bahwa di dalam game kita dapat berinteraksi dengan pemain lainnya. Kini game secara perlahan sedang menuju ke arah mutliplayer game berkat teknologi internet. Kini game-game online lebih jauh diminati dibandingkan dengan game-game offline.

infogame-ansos

Berkat social media yang semakin berkembang, biasanya persahabatan para gamer tidak berhenti di sana. Mereka yang aktif biasanya akan menciptakan komunitas mereka sendiri dan sering mengadakan gathering ataupun main bersama yang justru menambah pergaulan dari para gamer.

5. Gamer hidup dalam dunia fantasi.

Memang betul apa yang ditawarkan oleh game adalah kebebasan dalam bermain yang tidak dapat Anda dapatkan atau lakukan di dalam dunia nyata. Tapi bukan berarti para gamer tidak dapat membedakan mana yang nyata dan mana yang virtual. Justru melalui game, para gamer dapat menjadi lebih kreatif dalam berpikir dikarenakan kebebasan yang bisa dilakukan saat bermain.

infogame-fantasi

Selain itu jika para gamer mematuhi rating game (anak-anak, remaja, dan dewasa) maka hal ini tidak akan menjadi masalah. Karena para developer game juga sudah memikirkan apakah gameplay dan konten yang mereka kembangkan sesuai dengan kelompok umur tertentu. Pastinya game yang penuh dengan kekerasan hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa yang sudah dapat mencerna dengan baik apa itu kekerasan dan akibatnya.

6. Game membuat Anda bodoh.

Hal ini benar-benar dibantah dengan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ternyata game merupakan cara yang paling efektif untuk belajar. Mengapa demilkian? Ternyata karena game memiliki berbagai aspek seperti suara dan gambar yang merupakan hal yang paling mudah dicerna oleh manusia serta di dalam game Anda dapat melakukan "Trial and Error" atau Anda dapat mencoba-coba untuk mempelajari suatu masalah dan untuk memecahkan masalah tersebut.

infogame-pintar

Jadi game dapat dikatakan sebagai salah satu sarana terbaik untuk mempelajari sesuatu dan berpikir secara kreatif.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memiliki pandangan yang baru megenai game?

evergreen

Other Article